– Ancang-Ancang Memasuki Dunia kerja, Generasi Muda Tunanetra Ikuti Pre Employment Soft Skill Training DPP Pertuni.

seorang perempuan sedang menghadapi interview kerja dengan HRD

“Salah satu concern DPP pertuni adalah membantu generasi muda tunanetra memahami dan menyadari betapa pentingnya membangun soft skill.” ujar Aria Indrawati, Ketua Umum Pertuni, ketika membuka pelatihan Pre Employment Soft Skill Training DPP Pertuni pada Senin, 10 Januari, 2022.

Pertuni senantiasa berupaya meningkatkan kualitas kehidupan tunanetra di Indonesia. Sejak dahulu Pertuni konsisten berkampanye agar tunanetra mendapatkan akses masuk perguruan tinggi, dan ketika hal tersebut perlahan-lahan mulai terealisasi, Pertuni kemudian membuat program lanjutan yang mempersiapkan tunanetra memasuki dunia kerja. Di samping itu, program lanjutan tersebut pun dilaksanakan demi menjadikan mereka generasi yang unggul dan bisa menempati arus utama industri 4.0.

Baca juga: Ini 4 Hal  yang Bisa Anda Lakukan untuk Mulai Pekerjakan Karyawan Tunanetra

Pada tahun 2017 silam, pemerintah mulai merekrut Aparatur Sipil Negara, (ASN) dari kalangan penyandang disabilitas untuk memenuhi mandat penyerapan kuota 2% tenaga kerja penyandang disabilitas. Sudah barang tentu, harus ada persiapan dan kesiapan bagi para penyandang disabilitas untuk menerjunkan diri pada kesempatan yang telah dibuka tersebut. Oleh karena itu, Pelatihan Pre Employment Soft Skill dicetuskan untuk menyelaraskan hard skill dan soft skill yang dimiliki tunanetra ketika mereka akan memasuki dunia kerja.

 DPP pertuni telah menyelenggarakan program pre employment soft skill training sejak 2015. Sebelum pandemi, pelatihan ini senantiasa dilaksanakan secara tatap muka. Seperti pada 2015, pelatihan diadakan di Jakarta dan Yogyakarta. Kemudian, lanjut diselenggarakan di Bandung pada 2016, di Malang dan Surabaya pada 2017, serta 2019 di Makasar dan Denpasar.

Karena terlalu riskan untuk menyelenggarakan pertemuan tatap muka di masa pandemi, di awal 2022 DPP pertuni kembali menyelenggarakan Pre employment Soft Skill training secara daring. Program yang mulanya berencana diselenggarakan pada tahun 2021 ini pada akhirnya diundur sampai tahun 2022, tepatnya 10 -21 Januari. Ada 18 orang peserta yang mengikuti Pre Employment Soft Skill Training. Mereka adalah peserta yang sudah terseleksi dari 30 lebih peserta yang telah mendaftar.

Narasumber dalam pelatihan kali ini adalah Alabanyo Brebahama M.Psi, Psikolog, Riselligia Caninsti M.Psi, Psikolog, dan Vadia Rahma Fitriani, Organizational Development Manager PT. Astra Honda motor. Para trainer menyampaikan materi dengan menampilkan slide presentasi yang disertai pemaparan terperinci agar mudah diterima oleh para peserta tunanetra.

Baca juga: Ketahui 3 Softskill yang Wajib Dimiliki oleh Perempuan Tunanetra Agar Lebih Percaya Diri

Berbagai materi diberikan dalam pelatihan yang berlangsung selama kurang lebih lima kali pertemuan ini. Mulai dari menyoal job, career, dan passion. Menetapkan tujuan yang smart,  keterampilan mengelola waktu, komunikasi assertive, komunikasi verbal, komunikasi non verbal, sampai dengan simulasi wawancara kerja. Berbagai materi tersebut terbagi dalam 11 sesi, diselingi dengan review atas apa yang telah dipelajari dan tugas-tugas yang diberikan.

Pertuni berharap, dengan diadakannya pelatihan ini, para peserta dapat memahami dan memiliki soft skill dasar yang diperlukan untuk membangun karier, memiliki pemahaman dan kesadaran tentang betapa pentingnya membangun soft skill untuk mendapatkan karier yang diinginkan, serta mempunyai kemampuan dan keterampilan soft skill dasar yang diperlukan untuk mencapai puncak karier.

*Ni Komang Yuni Lestari

Kontributor Gianyar, Bali

Bagikan ke yang lain

About Author

Leave Comment

Back to top