– Ini 4 Hal yang Bisa Anda Lakukan untuk Mulai Pekerjakan Karyawan Tunanetra

laptop di atas meja di sebelahnya ada secangkir kopi

Undang-undang no.8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas sudah  lebih dari empat tahun  disahkan. Namun, ternyata implementasinya masih jauh dari harapan. Meski undang-undang ini telah mengamanahkan kuota 2% bagi Lembaga pemerintah dan 1% bagi perusahaan swasta untuk mempekerjakan penyandang disabilitas, faktanya kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas belum terbuka secara optimal. Salah satu alasannya, bisa jadi adalah masih adanya keraguan dari  penyedia  lapangan kerja pada penyandang disabilitas, termasuk para tunanetra.

Banyak orang yang belum mengetahui dan percaya, bahwa saat ini tunanetra sudah dapat mengoperasikan komputer secara mandiri dengan bantuan perangkat lunak pembaca layer. Dengan meng-install perangkat lunak tersebut, seorang tunanetra sudah dapat melakukan berbagai pekerjaan, mulai dari bekerja dengan Microsoft Office, berselancar di internet, bahkan mengakses blog dan media sosial. Nah, sebelum mempekerjakan karyawan tunanetra, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membangun kepercayaan terhadap mereka terlebih dulu. Simak berikut ini ya!

  1. Mulai dari Magang


Magang adalah salah satu jalur yang bisa Anda ambil untuk mulai mempekerjakan karyawan tunanetra di perusahaan Anda. Cara ini jadi win-win solution, baik untuk perusahaan atau untuk tunanetra sendiri. Perusahaan akan belajar bagaimana berinteraksi dengan karyawan tunanetra. Sementara itu, tunanetra juga akan mendapat kesempatan mengenal dunia kerja.

Anda juga bisa minta karyawan magang tunanetra tersebut berkeliling ke semua divisi yang tersedia. Minta ia mencoba setiap job-dask yang ada, kemudian tanyakan divisi mana yang paling aksesibel untuk dikerjakan oleh seorang tunanetra. Nah, dari proses tersebut Anda juga bisa menilai, di divisi mana sebaiknya Anda membuka lowongan untuk pekerjakan karyawan tunanetra nantinya. Apabila karyawan magang tunanetra tersebut menunjukkan prestasi yang baik, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk mengangkatnya menjadi karyawan kontrak atau karyawan tetap.

Baca juga: Tunanetra Mencicipi Industri Digital Media, Bisakah?

  1. Berikan Sesi Mentoring di Awal Masa Kerja


Dengan hambatan visual yang dimilikinya, seorang tunanetra memerlukan waktu tersendiri untuk orientasi terhadap lingkungan dan alat-alat kerja yang akan digunakan. Karena itu, memberikan sesi mentoring selama beberapa minggu sama artinya dengan memberikan waktu adaptasi bagi tunanetra untuk menghafal situasi kantor serta alat-alat kerja yang akan digunakan, termasuk penggunaan aplikasi atau software tertentu.

Lakukan evaluasi secara berkala. Bangun komunikasi yang baik dengan karyawan tunanetra untuk memastikan ia sudah memahami alur kerja dan sudah cukup familiar dengan semua perangkat kerja yang ia perlukan untuk menyelesaikan tugasnya. Setelah itu, Anda bisa mulai melibatkan atau pekerjakan karyawan tunanetra pada proyek atau tugas tertentu.

  1. Mulai dari Tugas yang Ringan dan Berisiko Rendah


Ketika baru mulai mempekerjakan karyawan tunanetra,  Anda bisa berikan tugas yang ringan dan berisiko rendah kepada mereka. Selain sebagai bagian dari proses adaptasi, Langkah ini juga akan mengurangi kekhawatiran Anda  kalau-kalau karyawan tunanetra tersebut belum mampu memenuhi kualitas kerja yang Anda harapkan. Tapi paling tidak, di sini Anda bisa menilai sendiri sampai di mana batas kemampuan karyawan tunanetra tersebut, serta bisa memberikan arahan lebih lanjut tentang apa saja yang perlu ia selesaikan dalam pekerjaannya.

Apabila tunanetra tersebut sudah dapat mengikuti ritme kerja yang Anda harapkan, maka tambahkan kepercayaan itu sedikit demi sedikit. Anda bisa memberikan tugas yang lebih rumit atau memberikan tambahan proyek untuk karyawan tunanetra. Tentu saja, Anda perlu tetap melakukan supervisi untuk memastikan kualitas pekerjaan tunanetra tersebut tetap stabil. Jika perlu, tunjuk karyawan lain untuk menjadi rekan tandem bagi karyawan tunanetra. Kehadiran rekan tandem akan membantunya menyelesaikan pekerjaan yang memerlukan kemampuan visual dan tidak dapat dilakukan oleh perangkat lunak pembaca layer pada komputer mereka.

Baca juga: DpP Pertuni Bekali Mahasiswa Tunanetra Masuki Dunia Kerja

  1. Konsultasikan dengan Organisasi/Lembaga yang Kompeten


Masih ragu untuk mulai pekerjakan karyawan tunanetra? Tak perlu berpusing-pusing sendiri. Konsultasikan kekhawatiran Anda  pada organisasi atau Lembaga disabilitas yang berkompeten dalam bidang ketenagakerjaan. Salah satunya, Anda bisa menghubungi Pertuni. Pertuni sebagai  organisasi kemasyarakatan tunanetra tingkat nasional yang sudah berdiri sejak 1966 dapat memberikan saran tentang pekerjaan seperti apa saja yang dapat dilakukan oleh tunanetra, serta hal apa saja yang perlu Anda siapkan sebelum mempekerjakan karyawan tunanetra di perusahaan Anda..

Nah, mudah kan membangun kepercayaan pada karyawan tunanetra? Terapkan ya Langkah-langkah ini, maka lambat laun Anda tak ragu lagi untuk mulai pekerjakan karyawan tunanetra  di perusahaan Anda. Selamat mencoba!

*Ramadhani*

Bagikan ke yang lain

About Author

Leave Comment

Back to top