– Ketahui 3 Soft Skill Yang Wajib Dimiliki Perempuan Tunanetra Agar Lebih Percaya Diri

wanita pebisnis mengenakan blazer dan sedang melipat tangan depan dada

Kita menyadari bahwa sampai saat ini, partisipasi perempuan tunanetra dalam organisasi maupun di masyarakat masih sangat minim. Padahal, dengan melibatkan diri dalam organisasi maupun di masyarakat, para perempuan tunanetra bisa melakukan banyak hal, lho! Misalnya saja mendukung sesama perempuan tunanetra, melakukan kegiatan untuk mengubah keadaan yang dapat meningkatkan kualitas hidup teman-teman tunanetra, membawa gagasan baru untuk organisasi, dan lain sebagainya. Perempuan tunanetra telah memiliki role model seperti Ariani Sukanwo, salah seorang pendiri organisasi Persatuan Tunanetra Indonesia, (Pertuni) juga Aria Indrawati, yang saat ini menjabat sebagai ketua umum Pertuni, dan tentunya masih banyak perempuan tunanetra yang berkiprah di organisasi di wilayahnya masing-masing. Begitu banyak hal yang mereka lakukan dan bisa berdampak positif bagi sesama perempuan tunanetra di sekitarnya.

Apakah kamu mau jadi yang selanjutnya? Menjadi seorang perempuan tunanetra yang penuh akan gairah kemajuan dan perubahan, ide, dan gagasan yang ingin dilakukan untuk melakukan sesuatu yang dapat mengubah banyak hal? Apa, sih, yang harus dilakukan oleh para perempuan tunanetra untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka? Ini dia, kiat-kiat membangun soft skill untuk perempuan tunanetra, agar bisa menjadi individu yang lebih percaya diri untuk tampil dalam organisasi dan masyarakat.

Baca juga: Ariani Soekanwo: Berawal dari Pertuni, Konsisten Perjuangkan Hak Penyandang Disabilitas Hingga Kini

1.      Kemampuan Mengenali Diri Sendiri.

Kemampuan mengenali diri sendiri sangat penting untuk dimiliki oleh perempuan tunanetra, sebab dari sanalah kita mulai mengetahui hal-hal apa saja yang ada dalam diri kita, kemudian dengan pengetahuan itu kita tahu bagaimana harus menempatkan diri dimasyarakat maupun organisasi.

Coba tanyakan pada dirimu sendiri, siapakah dirimu? Apa yang kamu mau? Jika kamu sudah tahu siapa dirimu dan kamu tahu apa yang kamu mau, kamu sudah memulai langkah pertama untuk menunjukkan eksistensimu di organisasi maupun di masyarakat.

Misalnya, kamu adalah seorang perempuan tunanetra yang tinggal jauh di pusat kota, dimana budaya patriarki masih saja menggelayuti pikiran banyak orang dan membuat banyak teman-temanmu kesulitan untuk berpartisipasi dalam organisasi maupun di masyarakat. Kamu tahu bahwa keadaan itu tidak akan berubah jika tidak ada yang mau bergerak untuk melakukan perubahan. Kamu adalah perempuan tunanetra, dan kamu merasa kamu harus melakukan sesuatu untuk mengubah keadaan tersebut. Dari sana, kamu sudah punya alasan untuk bergerak maju dan menjadi si penggerak perubahan itu.

2.      Kemampuan Berkomunikasi, Baik Sebagai Individu Maupun di Depan Publik

Kemampuan berkomunikasi sangat penting untuk dimiliki oleh perempuan tunanetra. Memiliki kemampuan tersebut dapat membuat perempuan tunanetra dapat berbaur di tengah masyarakat. Selain itu, perempuan tunanetra jjuga dapat menunjukkan kepribadian dengan lebih baik jika memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik pula.

Orang yang memiliki kecakapan berkomunikasi, dia juga akan mendapatkan rasa hormat, lebih dihargai oleh orang lain, dan memiliki “bekal” penting dalam berorganisasi. Sebab ketika berorganisasi, kita akan menjumpai banyak orang dari berbagai latar belakang. Dengan kecakapan berkomunikasi, kepercayaan dirimu akan seketika lebih terpancar karena lewat komunikasi kamu bisa menyampaikan apapun yang ingin kamu sampaikan kepada orang-orang. Entah itu pendapat, ide, gagasan, atau apapun. Komunikasi adalah salah satu cara terbaik untuk menunjukkan siapa dirimu.

Baca juga: Membangun Softskill Perempuan Tunanetra: Mengurai yang Abstrak Menjadi Kata

3.      Mengetahui Kemampuan dalam Diri Sendiri.

Menyadari potensi diri, bertanggung jawab, melampaui rasa takut, dan tahu apa yang harus dilakukan adalah hal-hal yang membuat kita mengetahui kemampuan diri kita sendiri. Dengan memiliki hal itu, kita lebih tahu apa yang harus kita lakukan ketika berorganisasi ataupun berbaur di masyarakat. Menyadari potensi diri membuatmu tidak akan segan untuk menerima sesuatu yang akan menempatkanmu pada tempat yang sesuai dengan kemampuan dan potensi yang kamu miliki.

Ditambah lagi ketika kamu punya rasa tanggung jawab dan bisa melampaui rasa takutmu. Melampaui kedua hal itu akan membawamu menjadi seseorang yang dapat dipercaya dalam organisasi maupun di masyarakat. Memiliki semua hal itu akan membuatmu tahu apa yang harus kamu lakukan, yang akan otomatis meningkatkan rasa percaya dirimu di organisasi maupun di masyarakat.

Nah. Itu dia tiga soft skill yang wajib dimiliki oleh perempuan tunanetra. Apakah sudah ada hal yang kamu miliki di antara ketiganya?

*Ni Komang Yuni Lestari, Kontributor Gianyar, Bali

Editor: Juwita Maulida

Bagikan ke yang lain

About Author

Leave Comment

Back to top