– Ramah bagi Tunanetra, Media Pembelajaran Online Ini Bisa Dukung PJJ Kawan Pertuni!

animasi yang menggambarkan pembelajaran online dengan komputer

sejak pandemi merebak di Indonesia, pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi para peserta didik telah dilaksanakan. Berbagai penyesuaian serta merta dilakukan dalam mendukung kegiatan belajar mengajar, termasuk salah satunya adalah menggunakan media pembelajaran online dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Banyak sekali media belajar online yang menawarkan berbagai fitur pembelajaran. Namun tidak semuanya aksesibel untuk disabilitas khususnya peserta didik tunanetra. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi siswa dan guru tunanetra dalam menjalani pembelajaran jarak jauh.

Pertuni sebagai organisasi yang memperhatikan pendidikan tunanetra, selalu memberikan stimulus agar para tunanetra mencari cara-cara yang baru dalam memperoleh pendidikan. Salah satunya adalah memberikan informasi tentang pilihan cara belajar yang aksesibel bagi tunanetra. nah,  Kawan Pertuni bisa mencoba belajar jarak jauh dengan memanfaatkan beberapa media online yang tentunya aksesibel bagi tunanetra berikut ini!

Baca juga: Dear Tunanetra, Lakukan 3 Tips Ini untuk Jalani Pendidikan di Sekolah Reguler!

1. Radio dengan Program Berbasis Edukasi

Salah satu teknologi media komunikasi yang masih banyak diminati oleh masyarakat, tak terkecuali tunanetra ialah radio. Nah, yang mungkin belum banyak diketahui oleh Kawan Pertuni adalah radio juga bisa menjadi media pembelajaran bagi peserta didik tunanetra yang sedang menempuh PJJ. Pada stasiun radio tertentu umumnya memiliki program-program yang berbasis edukasi. Jika diperhatikan, terdapat stasiun radio yang menyajikan acara siaran berupa informasi tentang pendidikan, acara hiburan yang mendidik atau belajar tentang pendidikan sekolah itu sendiri. Bahkan, ada juga radio yang memiliki aplikasi dan website yang dapat diakses dengan mudah dan dirancang khusus untuk modul pembelajaran bagi pengajar dan peserta didik tunanetra. radio yang merupakan media komunikasi berbasis suara dalam seluruh siarannya, tentu menjadi media yang sangat aksesibel bagi tunanetra.

2. Buku-buku Elektronik dari Perpustakaan Digital

Dalam kegiatan belajar mengajar, peserta didik tunanetra memiliki tantangan dalam mengakses buku bacaan. Padahal untuk mengerjakan tugas, tentunya peserta didik harus memiliki beragam referensi untuk memahami dan mendalami sebuah materi. Namun tak perlu kawatir, saat ini peserta didik tunanetra dapat memanfaatkan layanan perpustakaan digital khusus untuk tunanetra sebagai alternatif media pembelajaran. Salah satu contohnya adalah Pustaka Digital Mitra Netra.

Pustaka digital mitra netra adalah sebuah perpustakaan yang menyediakan berbagai koleksi buku digital yang dapat dibaca secara mandiri, serta menjadi tempat belajar bagi tunanetra. agar dapat mendapatkan manfaat dari berbagai buku pelajaran, buku agama, fiksi dan non fiksi di dalamnya, Kawan Pertuni cukup mendaftarkan diri sebagai anggota dengan mengisi formulir pada website. Karena perpustakaan berbasis online ini dikhususkan untuk tunanetra, maka Kawan Pertuni dapat mengakses website Pustaka Digital Mitra Netra secara mandiri menggunakan perangkat komputer atau ponsel pintar yang dilengkapi software pembaca layar.

Baca juga: Ini Dia, 3 Format Buku yang Aksesibel Bagi Tunanetra!

3. Materi pembelajaran dari portal berita online

Dewasa ini, sekitar 85 persen generasi Y dan Z menjadikan Portal berita online sebagai pilihan sumber informasi. Berbagai macam jenis portal berita online, seperti Kompas.com, CNN Indonesia atau liputan6.Com menyajikan beragam informasi bagi masyarakat. Mulai dari berita seputar perekonomian, pemerintahaan bahkan dunia Pendidikan. Bahkan, salah satu portal berita online tersebut, yaitu Kompas.com, menyediakan rubrik atau kolom khusus untuk mendukung PJJ. Di dalamnya terdapat materi-materi pembelajaran, seperti sejarah, kewarganegaraan sains dan pengetahuan umum lainnya. dengan tampilan website yang cukup aksesibel, pada dasarnya  rubrik tersebut tidak hanya membantu anak-anak non-tunanetra saja, melainkan juga bisa dimanfaatkan oleh peserta didik tunanetra. Kawan Pertuni hanya perlu memiliki kemampuan menguasai komputer bicara dan internet. Cukup dengan mengetikkan beberapa kata kunci pada mesin pencari, maka materi pembelajaran akan muncul pada deretan hasil pencarian. Mudah, kan!

itulah beberapa media pembelajaran berbasis online yang mungkin bisa Kawan Pertuni manfaatkan dalam menjalani PJJ. Nah, apakah Kawwan Pertuni punya pengalaman atau alternatif yang lain terkait cara pembelajaran online yang aksesibel untuk tunanetra?

*Henokh Bagus Wijaya

Kontributor Semarang

Bagikan ke yang lain

About Author

Leave Comment

Back to top