– Siap-siap Masuki Dunia Kerja, Tunanetra Perlu Bangun 3 Soft Skill Ini

seorang mahasiswi sedang menggunakan laptop

Kawan Pertuni, tahu nggak, sih? Saat kamu akan memasuki dunia kerja, memiliki hard skill saja ternyata tidak cukup lho! Kamu juga harus punya soft skill yang menunjang hard skill sehingga kamu dapat menampilkan performa terbaik di tempat kerja. Sehebat apapun hard skill yang kamu miliki, tanpa soft skill yang cukup belum tentu kamu bisa mempertahankan atau bahkan mendapatkan pekerjaan impianmu. Wwah, gawat ya, Kawan Pertuni! So, bagaimmana sih caranya membangun soft skill sembari meningkatkan hard skill kamu? Nah, sebaiknya ketahui dulu apa itu pengertian dari hard skill dan soft skill, yuk!

Dilansir dari laman KampusYuk dan Balance Career, hard skill bisa kita peroleh dari edukasi formal seperti perkuliahan, serta deretan program lain seperti pelatihan, seminar, magang, kelas singkat, kelas online, dan juga training di perusahaan. Sementara itu, Soft Skill adalah kepribadian, atribut personal, serta kemampuan komunikasi yang dibutuhkan untuk sukses dalam sebuah pekerjaan. Sebaiknya soft skill yang kamu miliki menunjukkan bagaimana kamu berinteraksi dengan lingkungan di sekitarmu.

Jika hard skill merupakan sesuatu yang bisa diraih dan dipelajari, soft skill merupakan atribut ‘bawaan’ kita sebagai individu. Hal ini mungkin bisa dipelajari, namun tidak dengan cara belajar layaknya mengenyam bangku kuliah, namun dengan lebih banyak berinteraksi dengan orang lain serta melatih kepekaan terhadap lingkungan. Dari sini, kita bisa mengaplikasikannya pada perilaku dan berimbas pada soft skill.

Nah, sudah tahu apa perbedaan dari hard skill dan soft skill, kan! Lalu, untuk membangun soft skill sebelum memasuki dunia kerja, Kawan Pertuni harus mulai dari mana, ya? Simak terus buat tahu jawabannya!

Baca juga: Ketahui 3 Soft Skill yang Wajib Dimiliki Perempuan Tunanetra Agar Lebih Percaya Diri

 

Ketahui Motivasimu Ketika Memilih Pekerjaan.

Mengetahui motivasi ketika memilih pekerjaan merupakan satu hal yang penting untuk dilakukan. Apakah pekerjaan itu sesuai dengan passion-mu, apakah karena pekerjaan tersebut memiliki pendapatan yang  cukup tinggi? Atau justru karena kamu merasa pekerjaan itu cukup keren untuk dijallani? Jangan sampai kamu memasuki tempat yang sama sekali belum kamu ketahui bagaimana seluk beluknya, ya! sebaiknya dari awal kamu telah mengetahui gambaran tentang pekerjaan yang akan kamu jalani.

Sedari awal mengetahui apa yang harus kita kerjakan itu lebih baik karena itu akan sangat membantu dalam mempersiapkan diri ketika memulai pekerjaanmu. Tanggap terhadap instruksi, proaktif, dan mau banyak belajar adalah soft skill yang harus mulai kamu bangun sebelum menentukan pekerjaan ya, Kawan Pertuni!

Coba bayangkan  jika kamu tidak mengetahui motivasi saat memilih pekerjaan dan tidak memiliki soft skill yang diperlukan? Pimpinan atau rekan kerja akan menilaimu sebagai seseorang yang tidak kompeten. Saat diberikan instruksi, kamu tampak sama sekali tidak familiar dengan pekerjaan tersebut. Ditambah lagi kamu tidak punya antusiasme untuk mengerjakan pekerjaan itu. Entah karena tidak suka, tidak cocok, atau tidak sesuai dengan apa yang kamu bayangkan. Berbeda jika sedari awal kamu sudah betul-betul memahami gambaran suatu bidang pekerjaan yang juga merupakan passion-mu. Kamu tentu akan lebih antusias dan tidak tergagap ketika disodorkan pekerjaan itu.

Elemen Kompetensi yang Ditunjang dengan Etika Profesional Bekerja

Seberapa kompetenkah kamu ketika mengerjakan pekerjaanmu? Apa kamu punya etika kerja yang baik dan profesional? Bagaimana caramu berkomunikasi? Itu adalah hal-hal mendasar yang dituntut para pemberi kerja yang hendak merekrut karyawan. Mereka harus memilih orang-orang terbaik untuk bekerja dengan mereka, jadi segala aspek adalah hal-hal yang betul-betul diperhatikan.

Kamu harus memiliki hard skill yang baik ketika akan bekerja. Disinilah pentingnya kamu mengetahui skill yang kamu punya dan seberapa baik kamu mampu mengerjakan pekerjaan tersebut. Semakin baik, maka semakin bagus. Meski demikian, hard skill mempuni saja tidak cukup untuk membuatmu terlihat sebagai seorang yang kompeten. Etika yang kamu punya, bagaimana kamu bersikap kepada atasan dan rekan kerja, dan caramu menunjukkan diri sebagai seorang pekerja adalah tiga dari banyak hal yang harus kamu perhatikan menyoal etiketmu.

Membangun soft skill terkait kemampuan berkomunikasi pun harus kamu perhatikan sebelum memasuki dunia kerja ya, Kawan Pertuni! Seberapa baik kamu mampu mengomunikasikan pekerjaanmu dengan atasan atau rekan kerjamu? Bagaimana caramu mengomunikasikan ide-ide dalam kepalamu? Berpendapat, mengemukakan gagasan, dan bertukar pikiran. Ketiga hal tersebut membutuhkan skill berkomunikasi agar segala yang ingin kamu ungkapkan bisa tersampaikan dengan baik. Hal ini biasa disebut dengan komunikasi asertif.

Baca juga: Ancang-Ancang Masuki Dunia Kerja, Generasi Muda Tunanetra Ikuti Pre Employment Soft Skill Training DPP Pertuni

Ketahui Dirimu

Apa saja kelebihan yang kamu punya? Apa saja kekurangan yang kamu miliki? Penting untuk mengetahui semua itu agar kamu tahu dimana harus menempatkan diri dan tahu kapan kamu harus mulai mengembangkan diri. Kelebihan yang kamu punya , baik dari hard skill maupun soft skill, bisa jadi akan membuatmu lebih kompetitif ketika memasuki dunia kerja.

Kamu juga harus mengetahui kekurangan yang ada dalam dirimu. Jika kamu ditanya hal semacam itu ketika wawancara, jawablah dengan jujur. Tetapi, kamu juga harus dapat memilah mana yang baik diungkapkan, dan yang memiliki pengaruh atas pekerjaan yang kamu dapatkan. Pertanyaan tersebut hanya untuk mengetahui seberapa baik kamu mengenal dirimu sendiri.

Jika kamu sudah tahu apa saja kekurangan dan kelebihan yang kamu miliki, kamu akan kelihatan seperti orang yang punya integritas dan dapat dipercaya. Kelebihan yang kamu punya membuatmu tahu kapan dan bagaimana kamu bisa mengembangkan diri, sementara kamu juga harus tahu bagaimana caramu mengatasi kekurangan yang kamu miliki.

Nah, apakah kamu sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja? Yuk, mulai memerhatikan peningkatan hard skill dan membangun soft skill dari sekarang ya, Kawan Pertuni! Tunanetra dengan hard skill yang mumpuni serta ditunjjang dengan soft skill yang baik juga bisa kompetitif dan memiliki daya saing yang tinggi di tengah masyarakat inklusif, lho!

*Ni Komang Yuni Lestari

Kontributor Gianyar, Bali

Bagikan ke yang lain

About Author

Leave Comment

Back to top